Ketika itu hari sedang cerah, aku dan teman-teman bermain seperti biasa. Permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang. Hari itu kami memainkan permainan galaxin, permainan ini adalah permainan team. Peraturan permainan pun sangat sederhana, dimana team pertama bertugas menjaga garis dan team kedua bertugas menerobos garis tersebut dan apabila bagian tubuh kita tersentuh oleh penjaga garis maka kita dianggap gagal dan team kita bertukar posisi menjadi penjaga garis tersebut. Dan apabila seluruh anggota team berhasil menerobos garis tersebut, maka team merekalah yang menang.
Setelah selesai bermain biasanya kami pulang kerumah. Namun pada hari itu kami tidak langsung pulang kerumah dikarenakan seorang teman membawa beberapa singkong yang masih mentah. Kami pun memutuskan untuk memakan singkong tersebut sebelum pulang. Dan dikarenakan masih mentah kami mencari beberapa kayu kering untuk dijadikan kayu bakar dan memanggang singkong itu.
Kayu-kayu tersebut mulai kami susun satu-persatu dan mulai membakarnya. Namun dikarenakan angin yang sangat kencang kami tidak berhasil membakar kayu-kayu itu. Namun tak jauh dari situ kami melihat ada sebuah pohon beringin yang sangat besar, dan pohon itu juga memiliki lubang yang sangat besar dibagian bawahnya. Kami pun memutuskan untuk memindahkan kayu-kayu tersebut ke dalam lubang pohon itu dan mulai memanggang singkong.
Saat singkong telah matang kami menyantapnya dengan lahap sampai tak tersisa. Perut kami pun terasa kenyang dan kami pulang kerumah masing-masing setelah itu. Sesampainya dirumah aku langsung mandi membersihkan seluruh tubuhku yang kotor dan bau asap waktu kami memanggang tadi. Tak ada yang aneh hari itu, sampai pada jam 9 malam ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku. Ibuku langsung membukakan pintu, dan terlihat seorang pria mengenakan celana jeans dan kaos hitam. Lalu ibuku menanyakan keperluan orang tersebut, dan dia meminta izin untuk membawaku ikut kerumahnya.
Ibuku heran untuk apa aku dibawa kerumahnya malam-malam begini. Aku lebih heran lagi saat melihat semua teman-temanku juga ikut bersama pria tadi. Saking terkejutnya aku sampai tak mendegar pembicaraan pria tak dikenal itu dengan ibuku. Jantungku berdegup kencang dan aku berfikir jangan-jangan pohon beringin itu terbakar kemudian jatuh menimpa rumah pria itu.
Bersambung..................................... Pohon Beringin Itu Rumahku : Part 2



